Dihadapan BP-Taskin, Bupati Luwu Utara Paparkan Strategi Unggulan Entaskan Kemiskinan

ONLINELUWURAYA.CO, JAKARTA — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, melakukan audiensi strategis dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP-Taskin) di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dalam audiensi tersebut, Andi Rahim memaparkan sejumlah strategi unggulan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Luwu Utara.





Pertemuan dengan BP-Taskin ini juga sekaligus menjadi momentum penting bagi Pemda Luwu Utara untuk mensinkronkan program daerah dengan kebijakan strategis nasional.

Dalam pemaparannya, Andi Rahim menyebutkan tiga strategi unggulan Pemda Luwu Utara untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang itu.

Strategi pertama, kata dia, bagaimana mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui berbagai program bantuan dan subsidi untuk meringankan beban dan biaya hidupnya.

“Fokus utama dari strategi ini adalah agar pendapatan yang dimiliki kelompok masyarakat rentan tidak habis hanya untuk kebutuhan dasar, sehingga mereka dapat mengalokasikan sumber daya yang ada untuk kebutuhan lain yang lebih produktif,” jelas Bupati.
Indonesia terus mengalami peningkatan yang sangat pesat, karena didorong oleh potensi ekonomi, ekologi, dan hilirisasi yang menjanjikan.

Diketahui, sampai saat ini Indonesia menempati posisi produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, dengan produksi mencapai 9,6 juta ton dalam lima tahun terakhir.

Kepala Bapperida Luwu Utara, Aspar, yang turut mendampingi Bupati Andi Rahim dalam audiensi dengan BP Taskin membenarkan bahwa pemerintah pusat akan membuka kerja sama yang intens dengan Pemda Luwu Utara dalam pengembangan rumput laut ini.

“BP Taskin sangat menanggapi pengembangan rumput laut karena memang banyak peminatnya, termasuk dari Jepang, dan pihak Bappenas akan membuka link dengan para NGO yang berminat dengan rumput laut untuk kemudian dibawa ke Luwu Utara,” ungkapnya.

“Luwu Utara ini memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Jika dikelola dengan strategi pemberdayaan yang tepat, seperti yang dipaparkan Bapak Bupati, maka kami optimistis angka kemiskinan akan turun secara signifikan,” pungkas Aspar. (**)