ONLINELUWURAYA.CO, LUWU UTARA — Rangkaian kegiatan Workshop dan Pertunjukan Tari Pajaga Lili Rongkong resmi ditutup Bupati Luwu Utara melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Andi Syarifah Muhaeminah, Kamis (7/5/2026), di Aula La Galigo Kantor Bupati.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini merupakan kolaborasi strategis antara Sanggar Seni Lipu Maraninding dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, yang bertujuan memperkenalkan kembali salah satu kekayaan budaya Rongkong, yaitu Tari Pajaga Lili Rongkong, kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Andi Syarifah berharap seluruh peserta dan pihak terkait lainnya agar tetap melanjutkan kegiatan ini sebagai upaya melestarikan kembali nilai-nilai luhur dan warisan budaya lokal Luwu Utara, khususnya Rongkong.
“Saya berharap kegiatan ini bukan akhir, tetapi ini adalah awal untuk selanjutnya terus menjalin kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Jadi, harapan kami, ini tidak berhenti sampai di sini, dan tetap ada tindak lanjut dan langkah-langkah selanjutnya yang dilaksanakan,” harapnya.
Tak hanya itu, Andi Syarifah juga berharap kepada seluruh peserta yang telah mengikuti workshop ini agar ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan dan terus dikembangkan sampai kepada masyarakat lainnya dari generasi ke generasi agar budaya lokal ini tetap lestari.
“Semoga semua yang sudah didapatkan bisa diamalkan dan terus dikembangkan. Bukan hanya bagi mereka yang telah mengikuti kegiatan ini, tetapi nanti banyak lagi yang dibina, sehingga budaya tarian Pajaga Lili Rongkong ini tidak punah dan terus lestari,” harapnya lagi.
Andi Syarifah yang juga Makole Baebunta ini tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan yang telah mempercayakan Sanggar Seni Lipu Maraninding untuk melaksanakan program ini.
“Terima kasih kepada penyelenggara kegiatan ini, khususnya Direktorat Kebudayaan Kemenbud yang telah mempercayakan Sanggar Seni Lipu Maraninding untuk mendapatkan program ini. Kami berharap apa yang telah dikerjasamakan dengan Kementerian ini tidak berhenti sampai di sini,” harap Andi Syarifah lagi.
Dikatakannya lagi, para peserta dan pelaksana kegiatan ini merupakan duta-duta budaya Luwu Utara, sehingga menjadi kewajiban mereka untuk tetap menjaga identitas budaya Rongkong agar tidak punah, tetapi sebaliknya, budaya lokal dapat terus dikembangkan sepanjang waktu.
“Kalian adalah duta budaya. Setiap gerak yang kita pelajari, setiap kostum yang kita gunakan adalah identitas yang patut dibanggakan. Jangan bangga dengan identitas dan kostum bangsa lain, tetapi banggalah dengan identitas budaya kita sendiri,” tegasnya.
“Teruslah menari, dan banggalah menjadi pewaris budaya sendiri. Sekali lagi, saya berharap ini bukan akhir, tetapi ini adalah awal untuk terus menjalin kerja sama. Mari jadikan momentum ini untuk makin mempererat komitmen kita dalam menjaga seni tari tradisional agar kita hidup berkembang dan dicintai,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pimpinan Produksi Sanggar Seni Lipu Maraninding, Bulan Masagena, dalam laporannya mengatakan, Pertunjukan Tari Pajaga Lili Rongkong yang dilaksanakan hari ini adalah tahap akhir dari seluruh rangkaian kegiatan Workshop dan Pertunjukan Tari Pajaga Lili Rongkong dalam upaya pelestarian seni dan budaya lokal Rongkong.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan Sanggar Seni Lipu Maraninding, yang didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara,” jelasnya.
Bulan menyebutkan, Workshop dan Pertunjukan Tari Pajaga Lipu Maraninding ini dilaksanakan dalam dua tahap, yang dimulai pada 13 April 2026, dan berakhir pada 30 April 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yang terdiri dari berbagai utusan.
Beberapa di antaranya, Sanggar Seni Rundun Lolo, Sanggar Seni Bunga Masamba, Sanggar Seni Kembang Lestari, Jack Zo Arts School, Komunitas Adat Limbog, Komunitas Salassa, Komunitas Marampi, Bidang Kebudayaan Disdukbud Lutra, DP3AP2KB, Kantor Camat Rongkong, Kantor Camat Baebunta, serta beberapa UPT sekolah di wilayah Luwu Utara.
“Kami dari Tim Produksi merasa bangga bisa mempersembahkan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap keindahan dan kekayaan seni budaya di Luwu Utara, termasuk juga sebagai wujud pelestarian warisan leluhur,” jelas Bulan.
“Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Luwu Utara yang telah mendukung penuh kegiatan ini, sehingga bisa menambah semangat bagi kami untuk terus menjaga, merawat, melestarikan, dan memperkenalkan warisan leluhur agar tetap hidup dan berakar kuat di tengah derasnya arus modernisasi saat ini,” ucap mantan Kabid Pariwisata ini.
Diketahui, kegiatan ini juga melibatkan beberapa Narasumber yang ahli dalam bidang seni dan budaya. Beberapa di antaranya adalah Andi Tenri Lebbi, Hj. Wajallangi, Sunardi, Ester, Irham Jaya Palimbongan, serta Bunga Manasa. Hadir dalam acara ini, perwakilan Kementerian Kebudayaan, Ketua TP-PKK Misnawati Andi Rahim, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Aspar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kamal Alnan, Camat Rongkong Charles, serta beberapa tokoh adat Rongkong lainnya. (LHr/*)
Lewati ke konten











