Nasional

Semen Konvensional vs Semen Mortar, Mana Yang Lebih Untung?

Di era pandemi seperti saat ini, orang banyak yang mulai pikir-pikir untuk melakukan pembangunan ataupun merenovasi rumah dan kantor. Alasannya, tentu saja menyangkut biaya? Tanpa perencanaan matang, bukan tidak mungkin budget yang diperkirakan akan membengkak tak terkendali.

Salah satu material vital yang sangat mempengaruhi budget dalam pembangunan adalah semen. Hal ini karena dalam sebuah pembangunan, material ini tergolong dalam kategori material yang jumlah pemakaiannya sangat besar. Belum lagi meterial ini juga membutuhkan material lain seperti pasir sebagai campuran.

Mengapa volume semen cukup banyak dalam proses pembangunan? Sebab untuk membangun rumah yang kokoh butuh takaran semen yang pas. Kalau kurang, kualitas bangunannya jadi kurang baik, sementara jika semennya terlampau banyak, tentu budget yang disediakan juga akan melambung  cukup lumayan. Namun di antara banyaknya jenis semen, kini banyak yang merekomendasikan semen instan alias mortar. Bedanya apa?

Memang dari segi harga, semen instan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan semen konvensional, namun karena penggunaannya lebih hemat, praktis jika dikalkulasi penggunaan mortar jauh lebih murah.

Selain boros material, penggunaan semen juga kerap dinilai pengerjaannya jadi lebih  lamban, karena pengadukan pasir dan semen hingga merata, tentu membutuhkan waktu yang agak lama.

Tapi perkembangan teknologi membuat kita tak perlu lagi boros bahan pasir dan juga membuang waktu untuk pengerjaan lebih lama. Pasalnya, sejumlah pabrik semen kini telah menyediakan semen instan alias mortar nasional yang kalau dikalkulasi biaya pengerjaannya jadi lebih cepat dan hemat.

Selain penggunaannya yang mudah, mortar juga lebih cepat kering dibandingkan semen konvensional, sehingga dapat mempercepat pengerjaan. Dengan waktu yang cepat, tentu biaya tukang yang dikeluarkan juga bisa ditekan.

Keuntungan Semen Mortar

Tak sekadar hemat, semen instan juga mempunyai daya rekat yang lebih kuat dibandingkan semen konvensional. Sebab semen instan mengandung banyak bahan tambahan yang berkualitas. Dengan campuran homogen pada semen instan yang lebih baik membuat hasil akhir dari mortar juga jadi  lebih halus, estetis, dan rapi.

Campuran yang homogen ini juga dapat meminimalisir retak rambut dan retak lainnya yang kerap ditemui pada campuran semen biasa. Pastinya mortar juga membuat konstruksi bangunan lebih awet.

Selain itu penggunaan semen instan yang di produsen oleh PT Mortar Nasional ini  juga sangat ramah lingkungan, karena dalam pengaplikasian tak memerlukan bahan material seperti pasir yang banyak terbuang kala diaduk menjadi material bersama semen. Jadi secara otomatis, lokasi proyek pun jauh lebih bersih daripada pengerjaan yang menggunakan semen konvensional.

Dilihat dari jenisnya, setidaknya ada 4 jenis mortar dengan kegunaan yang berbeda. Anda perlu tahu dulu yang Anda butuhkan mortar jenis apa, sehingga tidak menyesal dan melakukan pemborosan ketika Anda membeli semen instan ini.

Yang pertama adalah mortar nasional perekat/ pasang (mortar lem hebel atau bata ringan. Mortar ini cukup dioles tipis dalam merekatkan bata ringan sehingga penggunaannya sangat hemat.

Selain mortar perekat, ada juga mortar untuk plester dinding. Mortar ini biasa diaplikasikan untuk pemasangan bata ringan, tapi juga bisa diaplikasikan untuk untuk memplester dinding bata ringan, bata merah, atau batako. Untuk kemasan 50 kilogram biasanya bisa dipakai memplester  2,5-3 meter persegi.

Selain itu ada mortar acian instan. Mortar jenis ini memang untuk menghaluskan permukaan dinding. Keuntungan mengaci dengan mortar yaitu lebih cepat kering, dinding lebih padat sehingga tak akan menyerap zat cat dan warna dinding nantinya bisa lebih cerah serta minim retak. Keuntungan lainnya yaitu gak perlu lagi diplamir. Sudah tau apa artinya? Yes, Anda bisa menghemat biaya

Dan yang terakhir adalah mortar pasang Keramik. Mortar ini khusus digunakan untuk pemasangan keramik. Kerusakan keramik karena mudah terlepas atau terangkat karena panas (popping) akan lebih terminimalisir. Mortar untuk keramik ini memang sudah diformulasikan lebih kuat untuk merekatkan keramik.

Comments

Berikan Komentar Anda

Berita Populer

To Top