ONLINELUWURAYA.COM, PALOPO — Antisipasi kenaikan permintaan menjelang Idul Fitri 1440 H, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama pemkot Palopo turun melakukan penetrasi pasar di PNP, Jl.Ahmad Dahlan, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/6/2019) sore.
Nampak Wali Kota Palopo HM Judas Amir bersama tim Kemendag mengunjungi penjual ayam potong, penjual daging, telur ayam dan bebek, dan sembako di pasar PNP
Mereka berinteraksi langsung dengan pedagang dan pembeli yang sedang melakukan transaksi jual beli sembako dan daging.
Wali Kota Palopo HM Judas Amir menuturkan harga sembako masih stabil jelang lebaran
“Kita masuk pasar ini bukan baru di 2019 tetapi memang sudah pekerjaan rutin pemerintah. Tetapi kali ini lebih khusus lagi tim dari kementerian perdagangan bersama pemkot turun langsung ke lapangan untuk mengawasi harga. Alhamdulillah, harga yang kita dapati relatif stabil karena kenaikannya tidak seberapa, ada tapi tidak signifikan,” ucap Judas
Pemkot berterima kasih kepada masyarakat kota palopo yang begitu sudah memahami keaadaan bahwa ada kewajiban-kewajiban tertentu, bagi pedagang untuk menjaga diri supaya keluarga-keluarga kita yang datang membeli tidak terasa bagi mereka
“Di dalam pasar tadi kita ketemu seorang pedagang dan pembeli, rupanya pembeli membludak artinya apa ini, kalau banyak orang masuk pasar membeli dan juga ekonomi masyarakat pasti sedikit lebih baik dan bagi penjual tidak ada pengaruh kenaikan harga. Keduanya ini ketemu dengan baik, penjual tidak menaikkan jualannya dan pembeli sudah sedikit punya isi kantong baru masuk pasar. Ini keberhasilan pemerintah mulai dari daerah hingga pemerintah pusat,” kunci Judas.
Sementara itu Tim Kemendag RI, Novian mengatakan harga di pasar di Palopo sangat stabil
” Harga Naik seribu turun lagi seribu. Harga di Palopo stabil,” ucap Novian.
Untuk diketahui harga beras masih di harga Rp9000/kg dan daging sudah naik dari Rp.115.000/kg menjadi Rp120.000-Rp130.000/kg dan ayam potong Rp26.000/kilo.
Dalam kunjungannya ke PNP turut bersama tim dari Kementerian Perdagangan RI, Novian petugas pengawas penetrasi pasar di dampingi Kadis Perdagangan, Zulkifli dan Kabag Humas Setda Kota Palopo, Eka Sukmawati.
Dimana sebelumnya Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menceritakan bahwa program penetrasi ini berawal dari fluktuasi harga yang tajam selama bulan suci Ramadan.
“Saya katakan dengan teman-teman di era kita hukum ekonomilah yang berjalan. Kita tidak mungkin dengan cara-cara represif. Era tersebut sudah lewat pada orde baru,” tuturnya.
Enggar mengaku pihaknya berkoordinasi dengan perwakilan Bank Indonesia, para kepala dinas, dan satuan tugas pangan (satgas pangan) Kepolisian RI (Polri) dalam program ini. Ia menekankan kerjasama antara korwil eselon I yang bertanggung jawab atas provinsi dengan eselon II dan eselon III yang bertanggung jawab atas kabupaten dan kota.
Selain itu, Enggar mengapresiasi langkah Polri yang membantu proses pengawalan. “Kenapa berseragam Polri itu masih dihormati? Karena tidak usah nangkap dan tidak usah ancam, tetapi dengan mendampingi diam saja. Mereka juga langsung tidak berani main-main,” ungkapnya.
Enggar menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kenaikan harga bahan pokok. “Alhamdulillah bahan pokok tersedia dan harga tekendali. Ada juga beberapa komoditi sayuran yang mengalami kenaikan, tetapi dalam waktu yang singkat terjadi penurunan setelah stok tersedia,” ujarnya.
Daerah-daerah pelaksanaan dari penetrasi pasar ini adalah 205 pasar rakyat di 82 kabupaten/kota termasuk Kota Palopo yang dimulai pada tanggal 27 Mei-4 Juni 2019. Kemendag menerjunkan 240 orang dalam program tersebut yang terdiri dari pejabat eselon I selaku koordinator wilayah (korwil) dan eselon II selaku koordinator lapangan . (AL)