ONLINELUWURAYA.CO, LUWU UTARA — Genap satu tahun Andi Abdullah Rahim sebagai Bupati dan Jumail Mappile sebagai Wabup menakhodai Kabupaten Luwu Utara.
Sang Bupati memprioritaskan penanganan banjir, pencetakan sawah, hingga pengadaan bibit. Tujuannya guna mendongkrak ekonomi warga.
Memasuki tahun pertama masa jabatannya, adik kandung Makole Baebunta, Andi Syarifah Muhaeminah, ini terus memperkuat kedekatan dengan warga.
Dalam forum “Secangkir Kopi” di Baebunta pekan lalu, Andi Rahim menegaskan niatnya untuk membawa perubahan yang jauh lebih signifikan bagi daerahIa pun meminta dukungan dan masukan kritis untuk memperkuat program-program prioritasnya.
“Jangan lelah memberikan masukan kepada kami, karena masukan dari masyarakat ibarat vitamin yang mampu memberikan kekuatan dan semangat bagi kami untuk selalu bekerja dan berkinerja demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Andi Rahim.
Untuk itu, kata Bupati, dukungan dari masyarakat akan membuat pemerintahannya dapat berjalan dengan baik sesuai koridor.
“Dukungan dan masukan dari bapak dan ibu sekalian, termasuk dari saudara-saudaraku semua merupakan asupan energi yang memacu kami untuk bekerja lebih keras, melangkah lebih cerdas, serta berintegritas dalam menjalankan amanah masyarakat,” imbuhnya, sembari berharap warga Baebunta dapat terus memberikan dukungannya kepada pemerintahan AMAN JI.
Bupati juga tak lupa menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah daerah yang nantinya dapat disinergikan dengan program pusat.Beberapa di antaranya adalah program penanganan bencana banjir, cetak sawah, pengadaan bibit sawit, pengembangan kawasan peternakan, serta beberapa program prioritas pro rakyat lainnya.
Andi Rahim juga menyebutkan tiga strategi unggulan Pemda Luwu Utara untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang itu.Strategi pertama, kata dia, bagaimana mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui berbagai program bantuan dan subsidi untuk meringankan beban dan biaya hidupnya.
“Fokus utama dari strategi ini adalah agar pendapatan yang dimiliki kelompok masyarakat rentan tidak habis hanya untuk kebutuhan dasar, sehingga mereka dapat mengalokasikan sumber daya yang ada untuk kebutuhan lain yang lebih produktif,” jelas Bupati.
“Fokus utama dari strategi ini adalah agar pendapatan yang dimiliki kelompok masyarakat rentan tidak habis hanya untuk kebutuhan dasar, sehingga mereka dapat mengalokasikan sumber daya yang ada untuk kebutuhan lain yang lebih produktif,” jelas Bupati.
Strategi kedua, masih Bupati, adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui program-program yang dirancang untuk memperkuat daya saing dan kapasitas ekonomi yang dimilikinya
“Strategi ini tentunya dengan harapan masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Luwu Utara ini mampu mendapatkan penghasilan lebih besar yang didapatkan secara mandiri,” terangnya.
Terkait strategi ini, Bupati fokus pada kawasan garis pantai yang memungkinkan dilakukannya pengembangan produk-produk laut, seperti rumput laut, ikan kerapuh, lobster, dan aneka produk laut lainnya, termasuk pembuatan keramba untuk ikan laut.
“Panjang garis pantai kita kan kurang lebih 72,65 km. Sehingga sangat cocok dilakukan berbagai upaya pengembangan dan pengelolaan jenis produk laut di sepanjang kawasan garis pantai kita,” terang alumnus Fakultas Teknik Unhas ini
Dijelaskannya, fokus pada garis pantai ini berarti memprioritaskan pengelolaan, perlindungan, serta pengembangan wilayah perbatasan antara daratan dan laut alias sempadan pantai, karena sangat strategis dan ekonomis.
Sementara strategi yang ketiga, pihaknya berupaya meminimalisasi wilayah kantong kemiskinan. Upaya itu, kata dia, untuk mengatasi kemiskinan dengan cara memperbaiki kondisi lingkungan dan infrastruktur di area-area yang memiliki konsentrasi penduduk miskin yang tinggi.
“Strategi ketiga ini tentunya bertujuan agar wilayah-wilayah atau kantong-kantong kemiskinan tersebut tak lagi terisolasi atau tertinggal dalam hal kualitas hidup dan layanan dasar,” imbuhnya.
Lanjut Bupati mengatakan bahwa strategi pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara terukur dan masif melalui intervensi program yang tentunya tepat sasaran. Sehingga, kata dia, program bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat benar-benar fungsional dan bermanfaat
“Kita tidak ingin hanya memberi ikannya saja, tetapi juga kailnya. Sehingga fokus kami di Luwu Utara ini adalah memastikan data masyarakat miskin benar-benar akurat berdasarkan by name by address, sehingga intervensi program tepat sasaran,” imbuhnya.
Datangkan 80,96% Anggaran Pusat Benahi Infrastruktur Jalan
Sejak dilantik setahun yang lalu menahkodai Kabupaten Luwu Utara, Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati, Jumail Mappile, berhasil merealisasikan sejumlah program prioritas pemerintahan, salah-satunya di bidang pemerataan infrastrukrur jalan. Tidak tanggung-tanggung, berkat lobi-lobi cerdas yang dilakukan Bupati, Luwu Utara mendapat porsi anggaran APBN yang luar biasa dari Pusat.
Dalam setahun terakhir, Lutra menyerap 80,96 persen anggaran pembangunan infrastruktur jalan dari pos APBN.
Alhasil, Bupati Andi Abdullah Rahim berhasil membuktikan komitmennya dengan mewujudkan penanggulangan dan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur jalan daerah, khususnya di wilayah-wilayah yang masuk kategori terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Yang disebut terakhir, merupakan prioritas untuk mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang.
Di bawah kepemimpinannya, Pemda Lutra mencatat prestasi gemilang dengan berhasil menggaet anggaran pusat hingga 80,96 persen dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur jalan daerah. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari kegigihan Bupati yang terus bergerilya mencari anggaran dari pemerintah pusat. Lobi-lobi taktis nan strategis yang dilakukan pada sejumlah Kementerian tentu dengan tujuan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas nasional.
Langkah strategis ini diambil mengingat keterbatasan APBD yang sering menjadi kendala dalam penanganan infrastruktur di wilayah yang memiliki geografis menantang tersebut.
Pembangunan infrastruktur jalan ini menjangkau daerah remote control kemiskinan di wilayah pegunungan, yaitu Rongkong, Seko, dan Rampi.
Berdasarkan data BPS, tiga wilayah 3T ini adalah penyumbang angka kemiskinan terbesar, yakni 61,36 persen. Sehingga tak salah kemudian Bupati fokus pada pembangunan akses jalan ke wilayah-wilayah tersebut.
Di awal kepemimpinannya, ia sukses membangun infrastruktur dengan anggaran sebesar Rp193.489.352.500. Di mana 80,96 persen merupakan anggaran dari pusat alias APBN, dan bila dirupiahkan mencapai Rp156.656.443.500. Sisanya, 18,61%, berasal dari APBD Luwu Utara, dan 0,42% dari APBD Sulsel.
Angka fantastis tersebut tentu tidak datang begitu saja. Berkat koordinasi intensif Bupati melalui pendekatan “jemput bola” ke sejumlah Kementerian, Lutra berhasil mendapatkan porsi maksimal dari APBN, termasuk melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dan DAK.
Lewati ke konten











