Efek Diperketatnya Transportir BBM ke Sulteng, Pekerja Menangis dan Terancam di PHK, Perusahaan Tambang Gagal Beroperasi

ONLINELUWURAYA.CO, MOROWALI — Efek diperketatnya Transportir BBM ke Sulawesi Tengah dalam dua minggu terakhir membuat dampak yang berlebihan.

Hal ini menyebabkan banyak pekerja Tambang di Morowali dan Morowali Utara terancam di PHK dikarenakan perusahaan tambang tidak bisa berjalan atau beroperasi seperti biasanya





“Efek diperketatnya transportir BBM di Sulawesi Tengah membuat para pekerja tambang yang memiliki keluarga dan anak bisa terancam hidupnya dikarenakan tidak makan. Saya di Morowali Utara dinda, menangis ini pekerja tambang dikarenakan mereka terancam di PHK karena perusahaan tambang yang mereka tempati tidak beroperasi karena sudah tidak disuplai BBM jenis solar ke sini,” ungkap Listan CR Ketua Lingkar Tambang (LAMBANG) Morowali kepada media ini, Jumat (11/7/2025).

Tidak hanya itu akibat Transportir BBM diperketat membuat target produksi tambang meleset jauh

“Dampak diperketatnya transportir BBM membuat target produksi tambang meleset jauh dan RKAB tidak mencapai kuantitas yang diharapkan,” . Ini juga bisa mengganggu program dari Presiden RI yaitu proses percepatan pembangunan di sekitar wilayah tambang,” tambah Listan

Untuk diketahui salah satu program prioritas dari Presiden RI melalui Kementerian ESDM yaitu PPM dalam kegiatan pertambangan, adalah upaya untuk mendorong peningkatan perekonomian, pendidikan, sosial budaya, kesehatan, dan lingkungan kehidupan masyarakat sekitar tambang, baik secara individiual maupun kolektif sehingga tingkat kehidupan masyarakat sekitar tambang menjadi lebih baik dan mandiri.

“Bagaimana program prioritas Presiden RI (pemerintah pusat) mau berjalan kalau pihak APH memperketat pendistribusian mobil transportir BBM dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah. Jangan membuat kebijakan dan instruksi tanpa memikirkan efek dominonya,” kuncinya. (Ls/*)